6 Cara Menghadapi Konsumen Komplain Agar Tetap Loyal

Panik saat konsumen komplain? Jangan panik ketika ada konsumen atau pelanggan yang kecewa atau complain. Keluhan konsumen merupakan salah satu risiko ketika berbisnis. Anda dapat saja melakukan kekeliruan dan Anda juga tidak dapat melayani semua orang setiap saat.

mengatasi konsumen komplain, cara menyikapi konsumen komplain, cara menghadapi konsumen komplain

Saat Anda menerima komplain dari konsumen, sadari bahwa Anda wajib bertanggung jawab untuk menyelesaikan masalahnya. Kekecewaan konsumen harus ditangani dengan baik. Jangan terlalu tergesa-gesa, namun juga tidak boleh terlalu lambat menanganinya.

Namun, menghadapi konsumen yang kecewa sering kali membuat Anda panik dan bertindak gegabah. Hati-hati sebelum bertindak dalam menyelesaikan masalah konsumen. Jangan sampai konsumen tidak puas dan setelahnya akan memandang bisnis Anda tidak profesional dan mempunyai pelayanan yang buruk. Untuk itu, ada beberapa Cara Menghadapi Konsumen Komplain Agar Tetap Loyal. Diharapkan, konsumen yang kecewa dapat menjadi puas karena Anda bisa segera menyelesaikan masalahnya dengan baik bahkan lebih menguntungkan konsumen tersebut.

Dengarkan baik-baik

Saat konsumen menghubungi Anda atau langsung mengunjungi Anda untuk mengadukan masalahnya, Anda harus langsung mengindikasikan rasa simpati. Tetap tenang, walau konsumen meluapkan amarahnya kepada Anda. Coba memahami keadaannya yang sedang emosi dan kecewa.

Anda juga harus mengusahakan tidak boleh melakukan interupsi atau memotong pembicaraan konsumen. Biarkan konsumen mengungkapkan keluhannya sampai habis. Berikan perhatian khusus padanya supaya dia merasa didengarkan dan dihargai. Dengan begitu, Anda dapat mencerna atau memahami akar persoalan yang sedang dihadapi.

Baca Juga : 5 Tips Mudah untuk Sukses Berbisnis Bagi Entrepreneur Pemula

Konfirmasi masalah

Setelah Anda memperhatikan keluhan konsumen, ulangi inti masalah yang disampaikannya. Ini diperlukan supaya konsumen tahu bahwa Anda sudah mengetahui hal yang dikeluhkan. Konfirmasi harus dilakukan supaya tidak terjadi kesalahpahaman dan untuk menegaskan kenyataan permasalahan yang terjadi.

Ingat bahwa masalah akan semakin rumit jika terjadi kesalahpahaman. Untuk itu, pastikan Anda mengonfirmasi keluhan konsumen yang sebenarnya. Jangan sampai Anda salah menyerap maksud yang disampaikannya, sehingga menjadikan Anda salah dalam mengambil tindakan.

Minta maaf

Dengan sikap yang rendah hati, akui jika memang terjadi kekeliruan yang dilakukan oleh bisnis Anda. Jangan membela diri, atau menyerang konsumen. Namun, minta maaflah dengan tulus kepada konsumen yang kecewa. Hal Ini bisa sedikit meredakan emosi konsumen, sebab Anda menyadari kekeliruan yang terjadi.

Jelaskan penyebab masalah

Kemudian, sampaikan penyebab masalah yang dihadapi konsumen. Sekalipun penyebab masalah ternyata terletak pada konsumen tersebut, Anda tidak boleh menyudutkan konsumen tersebut. Hati-hati dalam berkata-kata saat menjelaskan duduk permasalahannya. Setelah itu, sampaikan juga poin apa yang akan Anda lakukan untuk menanggulangi keluhan konsumen tersebut.

Buat kesepakatan

Sebelum Anda menuntaskan permasalahan konsumen, buatlah persetujuan atau kesepakatan tentang tindakan yang akan Anda lakukan. Upayakan win-win solution di mana pihak Anda dan konsumen sama-sama merasa tidak dirugikan. Jika penyelesaian pertama tidak disetujui, berikan solusi lainnya untuk mengantisipasi masalah baru yang tidak diinginkan.

Segera ambil tindakan

Segera ambil tindakan untuk menyelesaikan keluhan konsumen sesuai dengan kesepakatan yang telah diambil dan juga kebijakan dalam perusahaan Anda. Pastikan Anda menyelesaikan masalahnya agar konsumen yang kecewa dapat merasa puas dan nama baik bisnis Anda tetap terjaga.

Nah, demikian 6 Cara Menghadapi Konsumen Komplain Agar Tetap Loyal. Semoga Anda bisa menerapkannya dalam bisnis Anda agar setiap masalah konsumen dapat teratasi dengan baik. Selain itu diharapkan tips tersebut bisa menjadi referensi positif bagi pebisnis Tanah Air. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat bagi pembacanya.

0 comments

View MoreHOTTEST ARTICLES